Semoga Anda berkenan dengan suguhan artikel yang satu ini..
Archive for July, 2008
Doa hanya bisa efektif jika datangnya dari hati.
Tidak ada formula khusus untuk berdoa.
Hanya Ketulusan kita dan keyakinan kita..
terhadap Kekuatan Ilahi dan Berkah Surga.
Biarkan saya memberitahukan sebuah rahasia kecil,
Rahasia dari tanggapan terhadap doa-doa kita terletak
pada cara kita menjalani hidup. Kita harus menjalani jalur kasih,
jika kita ingin melihat kasih. Kita harus menjalani jalan surga,
jika kita ingin mendapat pengalaman surga. Yang serupa saling menarik
dalam jangka panjang.
Berdoa dengan nyata, Berdoa dengan segala ketulusan
dan berdoa dalam tindakan. Doa jenis itu akan menyentuh surga,
lalu kita akan mendapat tanggapan setiap kali kita berdoa untuk
sesuatu yang mulia dan baik.
Saat kita berdoa seperti itu, itu berarti kita persembahkan
ketaatan kita kepada perintah Surga. Surga akan datang kepada kita.
Kita bahkan tidak perlu berdoa. Hal-hal yang baik akan datang
kepada kita, karena yang serupa selalu saling menarik.
Anda paham bagaimana cara berdoa sekarang ?
—————————————————————–
sumber : Supreme Master TV,
http://video.godsdirectcontact.net/download/2008.07.29/Words_of_Wisdom_2008.07.29_S684.wmv
- Roy : wah, web ini bagus banget ya ternyata, bisa nambah wawasan gw jg. thx ya Yau hui.com.
Konon dikisahkan ada seorang murid zen, ia selalu merasa tidak puas akan metode meditasi yang diajarkan sang Guru dan selalu merasa tidak bisa berkonsentrasi dalam meditasinya. Dan terus-terusan, ia mengkritik akan metode yang diajarkan sang Guru. Merasa gurunya tertekan, sang murid senior, yang kini menjadi Jendral pun meminta kepada sang Guru untuk mengurusi masalah ini.
Sang Jendral itu pun memanggil murid zen tersebut, dan menyuruhnya berjalan selama satu jam sambil membawa semangkok air penuh di tangannya, dan tidak boleh tumpah sedikitpun. Tak lupa Sang Jendral menyuruh dua anak buahnya untuk mengikuti sang murid zen dari belakang sambil membidikkan panah ke arahnya.
sang murid zen tidak menumpahkan air sedikitpun, dan tidak perlu metode apapun untuk berkonsentrasi.
insipirasi : buku kisah zen
- someone_female : ooh ... i see i see ... thanks
- someone_female : apa mungkin nggak tumpah tanpa konsentrasi ??? trus maksutnya apa ya ??? he he, aq koq belum paham.. :p reply: sang murid mengeluh ...
Kenyataannya dalam sehari-hari, kita malu & takut.. kebanyakan bukan karena melakukan perbuatan yang tidak baik. Tetapi kebanyakan malu & takut, karena pendapat & penilaian orang lain. Kebanyakan dari kita lebih rela melakukan perbuatan memalukan tapi diacung jempol oleh teman-temannya, daripada perbuatan baik tetapi dianggap aneh oleh teman-temannya.
Kita perlu belajar mendengarkan suara hati kita terlebih dahulu, daripada suara-suara yang di luar, penilaian teman-teman, keluarga & masyarakat. Karena mayoritas manusia tidak hidup mendengarkan suara hati-nya, mayoritas manusia mengikuti apa yang dianggap benar oleh mayoritas itu sendiri. Jadi berhati-hatilah, tidak semua suara & pendapat mayoritas sesuai, tepat dan baik buat kita.
Seseorang yang bijak akan merasa malu & takut, bila dia melakukan perbuatan yang tercela, yang merugikan dirinya sendiri maupun orang lain. Dia tidak akan bersedia melakukan hal yang tidak pantas, walaupun dianggap pantas & benar di lingkungannya.
sumber : Seorang Wanita.
- someone_female : renungan yg sederhana tp bermakna ... :applause: btw, seorang wanitanya itu siapa neh ? ibunya ya ? hi hi ...
Aku cinta orang tua ku, Kalau..
mereka baik2 saja, sehat2 senantiasa, tidak rewel dan menyenangkan.
Aku cinta pasangan ku, Kalau..
dia selalu baik, mengerti aku, perhatian, sayang, dsb nya.
Aku cinta teman-temanku, Kalau..
mereka selalu hadir pada saat2 dibutuhkan, mereka dapat diandalkan.
————————————————————
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita akan sangat sering menemukan “cinta kalau”, tetapi bagi para pencinta, selalu ada “cinta walaupun”. Apakah cinta itu ? Apakah cinta itu bersyarat ? Apakah cinta membutuhkan alasan ? Mungkinkah kita bisa membawa “cinta walaupun” dalam kehidupan kita sehari-hari ?
Jika kita melakukan “cinta kalau”, apakah itu pantas disebut cinta ? atau mungkin lebih tepat disebut sebagai “bisnis”.
Jika di dunia ini, semuanya hanya ada “cinta kalau”, maka dapat dipastikan dunia ini menuju kehancuran. Kita hanya bisa tumbuh & berkembang dalam “cinta walaupun”, seandainya Orang Tua yang membesarkan kita dengan versi “Cinta Kalau”, sungguh kita tidak akan tumbuh menjadi anak yang sehat & bahagia. Begitu juga dengan rumah tangga, pasangan suami-istri, tak akan mungkin bisa hidup bahagia dengan “cinta kalau”.
Dunia ini hanya akan menjadi tempat yang indah, bila ada yang masih bersedia mencintai.. walaupun..
—————————————————————————–
sumber : Seorang Wanita
Saya dapat merasakan sedikit.. mungkin sedikit saja.. Ketidak bahagiaan yang sedang kamu alami. Itu semua karena kamu tidak belajar dari pengalaman hidupmu, sehingga kamu harus mengulang pelajaran ini. Aku pun mengalaminya, dan aku tahu betapa tidak menyenangkan hal ini. Hanya satu masukan dari saya, Apapun yang harus terjadi, tidak dapat kamu hindari. Cepat atau lambat, hal-hal tersebut akan datang, dan datang dengan kondisi yang sama.
Maka itu terimalah, Apapun yang terjadi dalam hidup mu. Hidup ini tidak bisa selalu dalam sisi menyenangkan. Pelajari dan ambil hikmahnya. Pesan apa yang hendak disampaikan Alam kepadamu. Belajar mendengarkan pesan ini, susah-susah gampang. Bisa juga dibilang sangat sulit, bila kita belum bersedia untuk membuka hati kita.
Jika kita mengalami situasi sulit, situasi yang tidak menyenangkan. Apa yang dapat kita lakukan ? Aku tidak tahu jawaban pasti. Tapi mungkin saja bagi kamu, menyimpan sebuah harapan.. harapan akan adanya Terang setelah Gelap bisa memicu untuk tetap semangat dalam menjalankan hidup ini. Habis Gelap Terbitlah Terang. Itulah kata-kata yang pernah dikumandangkan Ibu Kita, Ibu Kartini.
Tidak Ada Terang, tanpa Gelap. Tidak Ada Kesenangan, tanpa Penderitaan. Terang adalah Gelap itu sendiri. Gelap itu sendiri adalah Terang. Terang tidak berbeda dengan Gelap. Demikian Gelap tidak berbeda dengan Terang. Kesenangan adalah penderitaan itu sendiri. Penderitaan itu adalah Kesenangan. Mereka berdua tidak berbeda.
Di dunia relatif ini, kita melihat segala sesuatu dari sisi Dualitas. Padahal Dualitas adalah ilusi. Bagi Orang yang punya kekayaan 100 miliar dollar, bisa jadi menganggap orang yang punya duit 1 milliar rupiah adalah bukan orang kaya. Bagi seorang pembantu, bisa mempunyai duit 1 milliar rupiah adalah sangat kaya. Bukankah 1 milliar rupiah itu adalah nilai yang sama ? Tetapi mengapa bisa jadi ada perbedaan ?
Bagi mereka yang punya duit 100 milliar dollar. Tiba-tibaa, karena sesuatu hal, duitnya hanya tersisa 1 Milliar Rupiah. Dan mungkin saja, orang yang punya duit 100 milliar dollar, menjadi stress berat. Tetapi di sisi lain, bagi seseorang yang tidak punya 1 milliar, tiba-tiba mempunyai duit 1 milliar, mungkin dia akan kegirangan. Dan di sisi lain yang lain, bagi mereka yang tidak ambil pusing, duit 100 milliar dollar = 1 milliar rupiah = 0 rupiah. Sehingga punya duit 100 milliar, punya duit 1 miliar, duit 0 rupiah, dia tetap tidak terganggu.
Lalu, kamu termasuk yang mana ?
H O M E