Semoga Anda berkenan dengan suguhan artikel yang satu ini..
Humor - Page 1
Seorang Atheist mengintip tetangganya yang rajin berdoa, tetapi sangat miskin. Untuk mengolok-olok iman mereka, diam-diam si Atheist menaruh sekarung penuh makanan di depan pintu rumah mereka.
Tentu saja, si tetangga lantas bersujud syukur menyembah Tuhan. Tapi tiba-tiba si Atheis nongol dan tertawa: “Kalian bodoh! Makanan itu bukan dari Tuhan, tetapi aku si Atheist yang meletakkannya di depan pintu!”.
Mendengar itu si tetangga bersujud penuh haru, katanya: “Tuhan Maha Besar! Bahkan Iblis pun dapat Engkau gunakan untuk mengantar berkahMU yang melimpah!”.
- pendengar : :pray: kapan gw bisa ikhlas berdoa seperti dia y? teman2 doakan ak ya,,,, :pray: :pray: :pray:
- ries : ha ha ha...cerdas dan makna yg dalam :applause:

CERITA ini dua hari lalu merebak kalangan anggota Dewan yang terhormat. Seorang anggota Dewan pada suatu siang ditelepon oleh seorang perempuan. Suara di sana berkata, ” Selamat siang Bapak Anggota Dewan.” Dari suaranya perempuan itu masih muda.
Siang.Ini siapa ya?” tanya anggota Dewan itu.
Saya Anne, yang pernah tidur bersama Bapak waktu itu,” jawab si perempuan.
” Hahh???” sang anggota DPR terdengar penasaran.
Suatu pagi Andi memutuskan untuk menghadap ke Pak Joko, direktur personalia dan setelah saling mengucap salam maka Andi segera dengan bersemangat menyampaikan maksud hati dan segala uneg-unegnya kepada Pak Joko untuk meminta kenaikan gaji.Pak Joko setelah menatapnya beberapa saat kemudian tertawa, mempersilahkannya untuk duduk dan berkata, “Ha ha ha, dengar kawan, anda itu bahkan belum bekerja untuk perusahaan ini meskipun satu hari..! masa sekarang mau minta naik gaji?”Tentu saja Andi sangat terkejut mendengar hal itu namun pak Joko segera meneruskan,
Joko: “Coba katakan ada berapa hari dalam setahun?”
Andi: “365 hari dan kadang-kadang 366 hari.”
Joko: “Betul, sekarang ada berapa jam dalam sehari?”
Andi: “24 jam.”
Joko: “Berapa jam kamu bekerja dalam sehari?”
Andi: “Dari jam 08:00 s/d 16:00 jadi 8 jam sehari.”
Joko: “Jadi, berapa bagian dari harimu yang kamu pakai bekerja?”
Andi: “(mulai ngitung dalam hati…..8/24 jam = 1/3)….sepertiga! ”
Joko: “Wah pinter kamu!, Sekarang berapakah 1/3 dari 366 hari?”
Andi: “122 (1/3×366 = 122 hari)”
Joko: “Apakah kamu bekerja pada hari Sabtu dan Minggu?”
Andi: “Tidak Pak!”
Joko: “Berapa jumlah hari Sabtu dan Minggu dalam setahun?”
Andi: “52 Sabtu ditambah 52 Minggu = 104 hari.”
Joko: “Nah, kalau kamu kurangkan 104 hari dari 122 hari, berapa yang tinggal?”
Andi: “18 hari.”
Joko: “Nah, saya sudah kasih kamu 12 hari cuti tiap tahun. Sekarang kurangkan 12 hari dari 18 hari yang tersisa itu berapa hari yang tinggal?”
Andi: “6 hari.”
Joko: “Di hari Natal dan Tahun Baru apakah kamu bekerja?”
Andi: “Tidak pak!”
Joko: “Jadi sekarang berapa hari yang tersisa?”
Andi: “4 hari.”
Joko: “Di hari Idul Fitri dan Idul Adha apakah kamu bekerja?”
Andi: “Tidak pak!”
Joko: “Jadi sekarang berapa hari yang tersisa?”
Andi: “2 hari.”
Joko: “Sekarang sisa tersebut kurangi dengan Libur Waisak, Imlek, Nyepi, 1 Muharram, Maulid Nabi, Isra’ Mikraj, Wafat Yesus, Kenaikan Isa al masih, Proklamasi.. ………, berapa hari yang tersisa?”
Andi: “…???….. ….gak ada sisa pak.”
Joko: “Jadi sekarang anda mau menuntut apa?”
Andi: “Saya mengerti pak, sekarang saya sadar bahwa selama ini saya sudah makan gaji buta dan telah mencuri uang perusahaan dengan tidak bekerja sedikitpun. Saya minta maaf”
Joko: “ya udah, keluar sana!”

Frank masuk ke kamar istrinya suatu hari. “Kalo aku jelek, apa kamu masih cinta?” tanyanya.
“Sayang, aku akan selalu cinta sama kamu,” jawabnya santai sambil mewarnai kukunya.
“Gimana kalo aku cacat?” tanyanya gugup.
“Ngga usah kuatir, Say, aku akan selalu cinta sama kamu,” jawabnya.
Kiriman dari seorang teman : )
Barangkali kisah ini bisa menjadi renungan bagi
kita… Alkisah,
seorang pemuda bernama Dani Prasetyo, berasal dari
Banyumas, Jawa
Tengah. Ia berasal dari sebuah keluarga sederhana.
Ayahnya sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang
jahit di desanya.
H O M E