milarepa

Dalam perjalanan menuju Shri Ri untuk bermeditasi, ketika sedang berada di penginapan, Milarepa menjelaskan bahwa menikmati berbagai kesenangan di dunia ini akanmendatangkan lebih banyak penderitaan di masa depan, kemudian milarepa berkata:

“Sekarang, dengarkan Nyanyian-Ku ”

Delapan Perenungan

Istana dan Kota besar merupakan tempat tinggal
Yang kini kau dambakan untuk berdiam;
Namun ingatlah, semua itu akan hancur
Setelah kau pergi dari dunia ini!

Keangkuhan dan keagungan kosong merupakan daya tarik
Yang kini kau ikuti dengan senang hati;
Namun ingatlah, ketika kau akan mati
Semua itu tidak menawarkan naungan dan perlindungan!

Sanak saudara dan handai tolan
Kau inginkan hidup bersamamu;
Namun ingatlah, kau harus meninggalkan mereka
Ketika kau pergi dari dunia ini!

Pelayan, harta, kekayaan, dan anak-anak
Kau pegang erat-erat;
Namun ingatlah, pada saat kau mati
Tanganmu kosong dan tak bisa membawa apa-apa!

Kekuatan dan kesehatan
Kini kau agung-agungkan;
Namun ingatlah, pada saat kau mati
Mayatmu akan dibungkus dan dibuang!

Kini organ tubuhmu berfungsi dengan baik,
Daging dan darahmu kuat dan bertenaga;
Namun ingatlah, pada saat kau mati
Mulutmu akan membiarkan liurmu mengalir!

Bila kupikirkan semua ini,
Tak bisa lain, kucari ajaran Buddha!
Segala kenikmatan dan kesenangan dunia ini
Untukku tak memiliki daya tarik!

Aku, MIlarepa, Menyanyikan Delapan Perenungan,
Di ruman penginapan Garakache Tsang.
Dengan kata-kata yang jelas ini, kuberikan PERINGATAN
yang bermanfaat,
Kuhimbau engkau semua untuk memperhatikan dan
mempraktikkannya!

sumber: 15 nyanyian Milarepa, HAL 24-25
(diterjemahkan dari sixty songs of MILAREPA)

Posting Terkait :
1
Detik demi Detik detik demi detik terus berjalan pintu menuju kematian pun semakin dekat terbersit ..
[puisi] Cinta Abadi oleh Rabindranath Tagore I seem to have loved you in numberless forms, numberless ..
Puisi Terbaik PBB Mei 2008 Ini adalah puisi terbaik bulanan PBB 2008, kategori Ekologis. Orang-orang ..
Puisi Terbaik PBB 2006 This poem was nominated by UN as the best poem of 2006, Written by an African ..
Cepat atau Lambat.. Cepat atau lambat, aku akan menjadi tua. Cepat atau lambat, badan ..
Beritahu Teman dan kirim artikel ini Tell A Friend..

4 Komentar Terbaru :


[ Beri Komentar Anda - Website ini berkembang bila Anda ikut memberi komentar ]
  1. Viagra….

    Viagra. Viagra lawyers. Free viagra….

  2. Teringat pepatah : Hidup di dunia ini seperti kita mampir di warung kopi, yang tersisa dari kita hanyalah nama dan kenangan di sanak saudara n handai taulan. Terserah kita ingin diingat sebagai orang yg baik atau yang jahat. :peace:

  3. Setuju..
    tp kok ingat “Kaya sebelum miskin” ??? :D

  4. Kalau boleh saya simpulkan, agar selalu mengingat “5 perkara sebelum datang 5 perkara”
    1. Ingat muda sebelum tua,
    2. Sehat sebelum sakit,
    3. Kaya sebelum miskin,
    4. Lapang sebelum sempit,
    5. Hidup sebelum mati.

Your Comments

:D =D> :(( >:D< :x :)>- [-O< =)) :( [-X :) :-? :p ^:)^


S H O W
S I D E B A R
DAFTAR ISI