Semoga Anda berkenan dengan suguhan artikel yang satu ini..
Archive Page 4
Seorang Atheist mengintip tetangganya yang rajin berdoa, tetapi sangat miskin. Untuk mengolok-olok iman mereka, diam-diam si Atheist menaruh sekarung penuh makanan di depan pintu rumah mereka.
Tentu saja, si tetangga lantas bersujud syukur menyembah Tuhan. Tapi tiba-tiba si Atheis nongol dan tertawa: “Kalian bodoh! Makanan itu bukan dari Tuhan, tetapi aku si Atheist yang meletakkannya di depan pintu!”.
Mendengar itu si tetangga bersujud penuh haru, katanya: “Tuhan Maha Besar! Bahkan Iblis pun dapat Engkau gunakan untuk mengantar berkahMU yang melimpah!”.
- ries : ha ha ha...cerdas dan makna yg dalam :applause:
- someone_female : ha ha ha... humor yg sarat dengan makna :applause: reply: :peace:
Terima Kasih Gede Prama.. sangat mengagumi Anda.. Anda sendiri telah menjadi teladan dan inspirasi bagi kita semua untuk menjadi orang yang lebih baik dan bahagia.

Menjadi orang kaya, itulah cita-cita banyak sekali orang. Hal yang sama juga pernah melanda saya. Dulu, ketika masih duduk di bangku SMU, kemudian menyaksikan ada rumah indah dan besar, dan di depannya duduk sepasang orang tua lagi menikmati keindahan rumahnya, sering saya bertanya ke diri sendiri : akankah saya bisa sampai di sana ?. Sekian tahun setelah semua ini berlalu, setelah berkenalan dengan beberapa orang pengusaha yang kekayaan perusahaannya bernilai triliunan rupiah, duduk di kursi tertinggi perusahaan, atau menjadi penasehat tidak sedikit orang kaya, wajah-wajah hidup yang kaya sudah tidak semenarik dan seseksi bayangan dulu.
Penyelaman saya secara lebih mendalam bahkan menghasilkan sejumlah ketakutan untuk menjadi kaya. Ada orang kaya yang memiliki putera-puteri yang bermata kosong melompong sebagai tanda hidup yang kering. Ada pengusaha yang menatap semua orang baru dengan tatapan curiga karena sering ditipu orang, untuk kemudian sedikit-sedikit marah dan memaki. Ada sahabat yang berganti mobil termewah dalam ukuran bulanan, namun harus meminum pil tidur kalau ingin tidur nyenyak. Ada yang memiliki anak tanpa Ibu karena bercerai, dan masih banyak lagi wajah-wajah kekayaan yang membuat saya jadi takut pada kekayaan materi.

Pasar malam dibuka di sebuah kota . Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.
Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.
Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.
Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.
‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.
- Prema ( love ) : selalu saja ada tetesan setelah tetesan terakhir.. kadang2 hidup terasa buntu, tapi bagi yang berusaha dan berusaha.. selalu ada jalan.. bukan ...
- Vian : :( bagus banget jadi damai rasanya :)
Siang itu, cuaca kurang bersahabat. Angin bertiup kencang. Mendung mulai menyelimuti awan putih yang bergerak perlahan berubah menjadi kelabu… Ku percepat langkahku menuju sebuah warung kecil di dekat pusat perbelanjaan. “Mudah-mudahan jangan hujan dulu sebelum aku sampai di warung itu”, ujar bathinku sambil terus melangkah.
Dalam kondisi cuaca seperti ini, aku merasakan udara dingin masuk ke dalam rongga hidungku melalui tarikan nafas saat aku menarik dan membuang nafas. “Jangan kambuh….please…jangan kambuh, ya Allah…bantu aku”, kata bathinku terus menerus. Aku berusaha untuk tetap tenang dan stabil dalam langkah kakiku walau gerak langkah kaki ini ku percepat,

” Saudaraku..ketahuilah bahwa daging daging unta (sembelihan) dan darahnya itu sekali kali tidak dapat mencapai (keridahaan) Allah tetapi ketaqwaan kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayahNya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang orang yang berbuat baik (QS22.37)”.
H O M E