Semoga Anda berkenan dengan suguhan artikel yang satu ini..
Archive Page 9

Senin, 08 Desember 2008 | 11:15 WIB
TEMPO Interaktif, Serang: Lebih baik umat muslim memperhatikan warga miskin serta memperbaiki sarana ibadah dan pendidikan yang rusak, ketimbang pergi haji dan umrah berkali-kali. Ada kecenderungan umat Islam ingin berhaji berulang kali, sementara di sekitar tempat tinggalnya banyak masalah kehidupan yang perlu segera diatasi.
“Umat muslim saat ini tidak mencontoh Nabi Muhammad yang hanya satu kali berhaji walaupun ada kesempatan berkali-kali. Padahal, lebih baik memperhatikan kemiskinan daripada berkali-kali naik haji,” kata Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Banten, H. A.M. Romli dalam ceramah Salat Idul Adha 1429 H di alun-alun Kota Serang, Banten, Senin (8/12).
- JOsh : ya betul.. saya setuju secara ekonomi juga masuk tuh.. bila kita membangun buat yg miskin kita membangun buat bangsa kita sendiri.. kalo ...
- sukhoi 150 : Why? Why they do it again?

Selamat Hari Raya Idul Adha - semoga kita2 semakin berkenan di
hadapan-Nya.
Semoga kita tidak hanya menqurbankan hewan-hewan spt kambing & sapi di hari yang suci ini..
tapi kita mau menqurbankan juga “kehewanian” dalam diri kita..
Tidaklah penting menqurbankan hewan2 spt kambing & sapi..
Tapi lebih penting untuk menqurbankan kehewanian dalam diri kita..
- ichsankd : Renunganx sangat menyentuh.... Bisa Dikopiya ya....??? :) :) :) yauhui.net: Silahkan :) artikel2 di sini juga dari berbagai sumber.. :peace:
- spica : meT iDUL adHa buaT yanG nGeRayaIn,,, (meskipUn aQuW taG ngEraYaiN,, taG ada SalahNya kan aQuw jUga BerPartIsiPasi,,, :-? ) wkwkwkwk,,,, :peace: yauhui.net: cool.. :peace: seharusnya ...
Setiap Orang menunggu seorang Pahlawan.. Padahal kepahlawanan tidak dapat dinantikan, tapi harus diupayakan dan dimunculkan dalam diri kita masing2. Mungkin Andakah pahlawan itu ?

Lukisan itu indah sekali. Sebuah pemandangan heroik pasukan berkuda yang tengah berbaris kokoh. Kuda-kudanya berdiri gagah dan berbaris rapi, ditunggangi prajurit-prajurit dengan mata tajam penuh semangat. Kepulan debu padang pasir dan warna jingga langit senja yang berawan tipis menambah hidup lukisan itu. Satu kuda di depan barisan itu tampak berbeda dari yang lainnya, lebih gagah dan lebih indah aksesorinya. Tetapi anehnya, kuda itu tidak ada penunggangnya. Di bawah lukisan itu tertulis sebuah pertanyaan dalam bahasa arab, “mataa jaa-a shalahuddin?” (kapan Shalahuddin datang?).
Saya tidak melihat lukisan yang dipamerkan di sebuah festival di Kuait itu, tapi kira-kira seperti itulah Dr. Thariq Suaidan menggambarkan lukisan itu dalam sebuah acara yang diliput Chanel Iqra, Saudi Arabia. “Kalaam faarig!” (omong kosong!) Dr. Suaidan menanggapi lukisan yang digambarkannya itu. “Para pahlawan seperti Shalahuddin bukan untuk dinanti, tetapi harus dilahirkan,” sambungnya.
- sobirinlee : mulai sekarang saya akan selalu meneriakkan sebuah kalimat yang sangat indah buat saya yaitu "SAYA ADALAH SEORANG PAHLAWAN......SAYA ADALAH SEORANG ...
- dian : jadilah pahlawan bagi diri sendiri dulu dan bagi keluarga kita.. :peace: YauHui.net: betul, daripada menunggu seorang pahlawan menolong kita.. lebih baik kita ...
Sebagian Teman-Teman kita dekat maupun nun jauh di sana mengalami hal-hal seperti ini..
- Ikhwafillah : :( SUNGGUH INDAH DUNIA INI JIKA DISYUKURI APA YANG KITA MILIKI....
- aden : Siapapun kita, dimanapun kita, bagaimanapun keadaan kita, kita memang harus pandai-pandai bersyukur kepada Allah SWT.
Suasana yang menyenangkan dimulai dari keinginan / motivasi dari diri kita untuk memberikan yang terbaik kepada semua orang.

Beberapa pekan lalu, saya berkesempatan mengunjungi seorang sahabat di rumah sakit. Tak ada yang aneh dengan orang sakit, dinding putih teman setia, selimut bergaris biru muda, senampan buah segar bawaan penjenguk yang datang silih berganti, dan sisa makanan pagi yang belum sempat diangkat petugas.
H O M E