Baru umur 12 thn, dan membuat ruang PBB menjadi hening.. ia berpidato di PBB dengan kata-kata yang lantang dan keperduliannya, kasihnya kepada lingkungan membuat semua yang di sana berdecak kagum.

Servern Cullis-Suzuki
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki
seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental
Children’s Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak” yg mendedikasikan diri
Untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah”
lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB
tahun 1922, dimana pada saat itu Seveern yg berusia 12 Tahun
memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan
membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga
bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai
ruang sidang penuh dengan orang” terkemuka yg berdiri dan memberikan
Tepuk Tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: ( sumber The Collage Foundation )
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental
Children Organization
Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak” berusia 12 dan
13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini
Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak” yg kelaparan di seluruh dunia yang
tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang” yang sekarat yang
tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitat nya. kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang
nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak
tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga
beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan”nya penuh dengan
kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang” dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang” liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung
dan kupu”. tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal” tersebut bahkan
masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah” kecil ini ketika
anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan
nya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua
pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda
sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan” salmon ke sungai asal na.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang” yang telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di
tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.
Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenernya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki” dan saudara perempuan, paman dan bibi -
dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
walaupun begitu tetap saja negara” di utara tidak akan berbagi dengan
mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak” yang hidup di jalanan. Dan salah satu
anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya ,
dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak” jalanan makanan, pakaian
dan obat-obatan, tempat tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang ” .
Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak” tersebut berusia sama
dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang
begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak” yang
hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan
di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India.
Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang
yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.
Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak.
Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami
supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda
melakukan hal ini - kami adalah anak” anda semua , Anda sekalianlah
yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak” mereka dengan
mengatakan ” Semuanya akan baik-baik saja “. ‘kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan’ dan ‘ ini bukanlah akhir dari
segalanya’
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua?
Ayah saya selalu berkata ‘ kamu akan selalu dikenang karena perbuatan
mu bukan oleh kata” mu ‘
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.
Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata” tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB,
membungkam seluruh Orang” penting dari seluruh dunia hanya dengan
pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang
hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang
meriah kepada anak berusia 12 tahun.
dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..
” Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan betapa penting na linkungan dan isi
nya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun ”
———— ——— ——— ——— ——— ———
Berikut ini petikan videonya, dimana Servern Suzuki memberikan pidatonya di PBB.
Apa yang anda dapat dari cerita tersebut?
12 Komentar Terbaru :
[ Beri Komentar Anda - Website ini berkembang bila Anda ikut memberi komentar ]
S I D E B A R
H O M E
Tell A Friend..
Feb 22nd, 2010 at 12:37 am
eh itu beneran tahun 1922? belum ada PBB loh tahun segitu
CMIIW
Feb 23rd, 2010 at 7:57 am
itu 1992
Nov 25th, 2009 at 8:52 pm
yang dapat saya petik dari suzuki adalah,,, tentang kecerdasan dia,,,
mungkin tentang kepedulian itu maslah yang paling akhir,,tapi yang dapat kita pertanyakan adalah kenapa anak 12 tahun itu dapat banyak ngerti tentang banyak hal,,,mungkin salah satunya adalah berdiskusi dalam organisasi,,aku salut dengan keingin tahuan dari Suzuki itu sendiri,,aku pikir,,keadaanlah yang membentuk kesadaran dan aku pikir dia banyak tahu tentang itu semua,, kesadaran tentang lingkungan Suzuki sudah mencapai ketahapan kesadaran Kritis dimana dia mau belajar, mempertanyakan dan mau melakukan hal yang baik dalam bidang lingkungan.
kita bangdingkan saja tentang pola hidup kita….??? mungkin banyak hal “buruk” yang kita ketahui.. tapi kita tak pernah mau belajar tentang apa yang baru kita tahu,,,kita anggap hal buruk yang kita dengar hanya sebagai angin lalu saja,,, kita tak pernah mau mempertanyakan, kita tak pernah mau belajar, dan kita tak pernah tau bertindak…
Semua orang bisa seperti Suzuki atau bahkan lebih baik dari dia,,,asal orang itu mau belajar dan mau berdiskusi,,, pasti kesadaran yang dia miliki adalah kesadaran yang kritis… itu pasti…
May 12th, 2009 at 11:50 am
saya merasa msh kurang peduli thd lingkungan….
baiklah.. 3M, mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang..
tdk ad kata terlambat.. :applause:
Mar 31st, 2009 at 6:20 pm
:applause:
Mar 31st, 2009 at 12:48 pm
Harris bakpao cik’ yen …
:hug: :applause: :peace: :pray:

Mar 20th, 2009 at 8:20 pm
Pidatonya membuat saya merasa sedih sampai nangis
karena saya belum melakukan tindakan apa-apa untuk mengurangi kerusakan lingkungan.
Mar 3rd, 2009 at 5:23 pm
I give 2 thumbs up for yang Servern Cullis-Suzuki, coba di indonesia ini ada yang bisa bersikap seperti yang dilakukan Servern Cullis-Suzuki. Dan andai saja semua orang bisa sadar apa yang telah kita perbuat bagi bumi ini…..saya buat komitmen untuk bisa menjaga bumi ini……. Semua buat anak cucu kita…… :hug:
Jan 19th, 2009 at 11:41 pm
kita patut malu, tapi malu saja tidak lah cukup. kita harus membuat perubahan sedini mungkin..
reply:
iya betul, apa yang perlu dilakukan ?
Jan 19th, 2009 at 5:58 pm
benar sekali … terkadang yg kita pikirkan adalah diri kita sendiri, jarang sekali kita memikirkan, bagaimana kehidupan anak cucu kita kelak ???

tentunya kita tidak ingin mereka mengalami kesusahan, dikarenakan ulah kita sendiri, ulah orang tuanya
dan aq yakin, kekayaan tidak akan sanggup membayar akibat dari alam yg rusak ini.
reply:
iya betul nih.. kekayaan uang kita tidak dapat membeli kekayaan alam yang kita rusakkan..
Jan 17th, 2009 at 8:11 pm
Saya sangat sedih sama seperti yg dirasakan Suzuki.
Memang sangat benar yang dikatakan,
tempat kelahiran menentukan nasib kita di kemudian hari,
hingga saat ini, saya dengan mata kepala saya sendiri,
telah melihat banyak hal yg bertentangan dengan keadilan,
kebenaran, dan terutama merusak lingkungan hidup,
sampai kapan kita akan terus begini?
Tapi saya menyadari, kalo saya hendak mengubah dunia,
yang harus saya ubah adalah diri saya terlebih dahulu,
saya telah melakukannya, dan akan tetapi,
no one follows…
I will try harder to make sure,
One world one dream to make the world a better place to live,
I will never give up for it no matter how hard!
reply:
wah, ssangat menarik bro..
bole dishare pengalamannya, apa yg telah dilakukan ? mgk bisa memberi inspirasi bagi kita.. trm kasih
Jan 17th, 2009 at 12:20 pm
:applause: saya jg ikut malu
reply:
sama, makanya gw ga mau lg buang sampah sembarangan